Apakah Pramugari Boleh Bertugas Saat Hamil? Simak Penjelasannya!

Saat berminat untuk menjadi pramugari mungkin terlintas pertanyaan ini di benak Anda adalah pertanyaan apakah pramugari boleh bertugas saat hamil? Ya, sebagai salah satu profesi yang paling populer saat ini, banyak perempuan yang akhirnya tertarik untuk menjadi seorang pramugari. Selain pendapatan yang menjanjikan, kesempatan jalan-jalan keliling dunia menjadikan profesi ini semakin diminati.

Namun, tak jarang terlintas berbagai pertanyaan terkait dengan profesi tersebut. Selain pertanyaan terkait persyaratan umum seperti minimal pendidikan terakhir dan tinggi badan, tak jarang kita juga bertanya-tanya soal bolehkah seorang pramugari boleh bertugas saat hamil. Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, langsung saja simak informasi berikut ini.

Apakah Pramugari Boleh Bertugas Saat Hamil

 

Saat Hamil, Bolehkah Pramugari Bertugas?

Untuk menjadi pramugari profesional, memang ada berbagai persyaratan yang mengatur Anda dalam melakukan pekerjaan tersebut. Salah satunya adalah adanya aturan terkait dengan menikah atau hamil selama masa kontrak. Tetapi, perlu diketahui jika persyaratan tersebut bisa jadi berbeda dari satu maskapai penerbangan ke maskapai penerbangan lainnya.

Lalu, apakah pramugari boleh bertugas saat hamil? Jawaban yang paling tepat adalah tergantung pada kebijakan yang berlaku di maskapai masing-masing. Sebab, setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan tersediri untuk pramugari mereka. Ternyata ada maskapai yang memperbolehkan hal tersebut dan ada pula yang melarangnya karena berbagai alasan tertentu.

Umumnya, maskapai penerbangan yang mengizinkan hal tersebut hanya memperbolehkan hingga usia kehamilan tertentu saja. Tentunya jika sudah hamil tua tentu tidak akan diperbolehkan untuk bertugas demi keselamatan serta keefektifan bekerja saat di pesawat. Biasanya diperbolehkan hanya saat usia kehamilan masih tergolong muda saja. Setelah trimester akhir tentu sudah tidak boleh.

Mengapa Pramugari Tidak Boleh Bertugas saat Hamil?

Bagaimana dengan maskapai yang tidak memperbolehkan pramugarinya yang hamil untuk tetap bertugas? Tentunya hal tersebut bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang paling masuk akal tentunya adalah terkait keselamatan pramugari itu sendiri. Saat hamil, seorang wanita tentu memiliki kondisi fisik yang berbeda dibanding saat tidak.

Mengingat pekerjaan menjadi pramugari yang sangat aktif, tentu ditakutkan jika pramugari tersebut kelelahan dan mengalami hal-hal yang tidak diingankan. Jadi, apakah pramugari boleh bertugas saat hamil? Dalam kasus hamil besar, tentu tidak diperbolehkan. Hal ini demi keselamatan sang pramugari itu sendiri dan bayi yang dikandungnya.

Baca Juga!  Sejarah FAAST Penerbangan

Selain untuk kenyamanan serta keselamatan pramugari sendiri, hal ini juga dilakukan mengingat kenyamanan penumpang juga. Dan terkait dengan keefektifan pekerjaan pramugari juga menjadi hal penting yang diperhatikan. Jika tetap ingin bertugas, seorang pramugari harus selalu memeriksakan ke dokter terkait apakah dia bisa terbang dan tetap bekerja.

Apakah Pramugari Boleh Bertugas Saat Hamil? Lalu, Apa Syaratnya?

Meskipun beberapa maskapai memperbolehkan pramugarinya untuk tetap bertugas selama hamil, perlu diketahui bahwa hal tersebut tentu tidak serta berlaku pada setiap pramugari. Perlu diketahui jika kebanyakan maskapai penerbangan meminta pramugarinya untuk menunda pernikahan dan kehamilan selama masa kontrak awal. Jika, Anda masih di masa kontrak, perusahaan tentu tidak mau menanggung kerugian terkait cuti hamil.

Akan tetapi, jika Anda sudah menjadi karyawan tetap, Anda sudah memiliki keistimewaan cuti hamil. Jadi, apakah pramugari boleh bertugas saat hamil? Jika Anda sudah menjadi karyawan tetap, tentu tidak ada salahnya untuk tetap bertugas dan kemudian mengambil cuti hamil setelah waktunya. Namun, hal ini umumnya tidak berlaku jika Anda masih di masa kontrak.

Setelah membaca penjelasan di atas, dapat disimpulkan jika pramugari boleh-boleh saja bertugas saat hamil selama kehamilan mereka masih tergolong muda dan kesehatan juga mendukung. Namun, untuk pramugari yang masih dalam masa kontrak, umumnya dianjurkan untuk tidak menikah atau hamil lebih dahulu sebelum masa kontrak tersebut berakhir.

Demikianlah informasi terkait aturan hamil saat bertugas menjadi pramugari. Jika Anda tertarik untuk memulai karir sebagai seorang pramugari, pastikan untuk memilih sekolah atau lembaga pelatihan pramugari terbaik yang bisa membantu Anda meraih cita-cita sebagai seorang pramugari seperti sekolah penerbangan FAAST. Jadi, Anda tak perlu lagi risau tentang apakah pramugari boleh bertugas saat hamil?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Message Us on WhatsApp